Rasanya telat buat nulis ini. Tapi bukan masalah. Ya…udah lama aku ga corat-coret lagi di blog ini, dan baru kali saat ini aku sempat nulis lagi.
Sudah seminggu lewat sih kalo mau ngomongin ulang tahunku. Tepatnya tanggal 16 april lalu, aku telah ‘mencapai’ setahun lagi masa pengurangan jatah hidup ini. Ehm…terdengar begitu menakutkan memang. Tapi, mau tidak mau semua orang pasti akan menghadapi hilangnya satu persatu usianya hingga akhirnya menuju yang namanya ‘mati’.
“Aduh!!!kenapa sih aku kok malah bahas masalah kayak gini? Padahal kan, biasanya kalo tiba saat ulang tahun tu dirayain pake makan-makan, pesta dan banyak deh acara lainnya???” Emang orang yang aneh?
Ya…ya…ya…Emang lain dari kebiasaan orang sih. Juga lain dari yang terjadi di saat moment seperti tahun-tahun lalu. Kalo tahun lalu, aku gak pernah mikirin ‘gimana’ dengan berkurangnya umurku ini? Apa yang harus ku lakukan untuk mengisi sisa-sisanya? Untuk siapa aku akan memanfaatkan sisa usia yang gak akan pernah aku tahu kapan akan berhenti? Dan banyak hal lain yang gak kepikir oleh ku saat itu.
Namun, di tahun ini rasanya aku seperti menemukan sebuah ‘hidayah’ yang mengharuskan aku memikirkan semua itu. Meskipun beberapa teman dan saudara mengucapkan “happy birthday” seperti kebanyakan orang-orang saat ini yang ‘sepertinya’ mentradisikan hari lahirnya sebagai ‘hari bersenang-senang’, aku malah merasakan hal sebaliknya ketika orang-orang dekatku dan rekan memberikan ucapan selamat.
Di sisi lain masih ada sih rasa bahagia ketika mereka mengucapkan itu semua dengan ketulusan. Sebab, menurutku itu semua adalah bentuk perhatian dan tentunya ada doa. Namun, di sisi lain membuat aku semakin berpikir dan menyadari kalo aku sudah kehilangan ‘satu angka’ kehidupan.
‘Satu angka’ yang seharusnya aku masih bisa menggunakannya untuk berbenah, memperbaiki diri dan memberikan kemanfaatan untuk orang lain. Namun, kesempatan itu telah hilang.
Menyesal?? Ya tentunya. Tetapi larut dalam penyesalan bukanlah hal yang menyelesaikan. Di babak baru saat inilah harus ada tindakan nyata untuk merubah semuanya. Di babak baru inilah, saatnya untuk tidak terlarut dalam kekelaman masa lalu.
Dalam doaku aku selalu memohon kepada Alloh agar di sisa ‘angka’ terakhirku ini diberikan sebuah ‘angka’ yang berkah. ‘Angka’ terakhir ini semoga ‘angka’ yang bisa memberikan kemanfaatan, dan ‘angka’ terakhirku ini sebagai jalan yang mantap untuk merubah diri agar lebih baik.
Semoga Alloh mengabulkan segala doaku. Amin….
Surabaya, 25 April 2008




































Komen terbaru